Tuesday, May 8, 2012

1095 days

We were walking around this street of life
We were climbing the wall of dreams
We were reaching what we want & we need
And today.. We've found ourselves in a big step indeed 

That day with red shirt at yoghurt bar
You swept away my darkest night
Seems like you knew my emptiness
That is why you blew the wind of love 

Moment to moments
Birthday to birthday
New Year's Eve to New Year's Eve
Laughter, tears, joy, and sadness
I couldn't remember how many times we've spent together
I only know.. It's precious 

A thousand and 95 days, and still going on
We did our best, and we still do our best
To become a better me, a better you, a better us
Let's enjoy our day, let's celebrate this May 8th 2012 

To a man who still pursuit a happiness for us,
Happy 3rd Anniversary, Panji Rahadi :)

Friday, October 7, 2011

Setengah Abad Lebih Tiga Hari

Tatapannya mengarah pada dua bola mata mungil, pada hidung berwarna merah jambu, dan bibir kecil yang tak menentu beradu mencari sumber makanan alami.
Itu aku.

22 tahun aku dibesarkan, dirawat, disusui, dikasihi, diberkati, disekolahi, dan diberikan (tanpa henti-hentinya) kasih sayang.
Ia sumber kehidupanku sewaktu aku masih berupa titik dimana ovum bertemu sperma, lalu Tuhan meniupkan ruh padaku sewaktu aku menginjak usia empat bulan, dan pada akhirnya aku bermain dalam ruangnya hingga sembilan bulan.

"Ini anak pertama. Saya sangat bahagia!", tuturnya.

Cerita demi cerita yang ia bungkus dalam memori membuatku terpaku dan terdiam, mencoba memahami sebuah perjalanan. Apabila ini lukisan, goresan pun terlihat tegas serta lugas. Menandakan siap untuk dipandang luas.

Lima. Tiga.
Bukan tua yang dicapai, bukan muda yang ditinggalkan.
Pencapaian untuk meraih mimpi lah yang diwajibkan. Mimpi yang tak pernah aku, dia, bahkan mereka tahu tentang apa.
Kau yang memegang kunci, kau yang mengendalikan.

Butiran emas terkalahkan oleh mahalnya butiran keringatmu.
Hamparan lautan terkalahkan oleh luasnya hamparan cintamu.
Harum rumput setelah hujan terkalahkan oleh harum jasamu, sampai saat ini.

Setengah Abad Lebih Tiga Hari.
Hari ini. Saat ini.
Ovum yang bertemu dengan sperma, ruh yang telah ditiupkan dalam raga, dan ia yang bermain di dalamnya; tak dapat mempersembahkan apa yang sudah dipersembahkan kepadanya.
Memang,
Bukan berlian, perak, atau permata yang kuberikan.
Tapi tulusnya hati ini, mengalahkan barang paling mahal yang pernah kutemui.

Selamat menikmati hari ini, Mama.
Selamat Ulang Tahun.

Thursday, October 6, 2011

Stop, Pop, Hop!

Lights, always shine on us.
The air fill our lungs so we could breath.
Lots of gifts from Him.
Are you grateful? Thoughtful enough?

I went there, I saw a war.
The green become grey after all.
So why?
Why did they do the unuseful things?
Too many chances in this life..
but some of them don't want to know.

Stop!
Doing all the unnecessary things.
Just Pop!
To everything that you wanna try to think.
And give a Hop!
To reach something out there you were dreaming.

And you want?
Yes I want.
And you can?
Yes I can.

Let's do it!
Stop, Pop, Hop!
Again!

Untuk gigantisme pembawa tawa: Panji Rahadi

Permainan itu dimulai pada malam hari, tepat 28 bulan dan 24 hari yang lalu.
Ketika aku menjadi wanita dari Ipanema dan ia pun menjadi merah, seperti Manchester United.
Entah. Aku tidak tahu.
Elegi yang terdapat di kedua insan karunia Tuhan itu, makin lama makin membaik.
Terlintas di alam bawah sadar apakah ini merupakan suatu kejutan?
Atau... suatu peringatan?
Peringatan akan hal yang tidak kita sadari, menjadi cambuk untuk tetap mempertahankan sanubari

Perjalanan kian mendapatkan berbagai warna, seperti pelangi.
Atau lollipop? Atau krayon?
Yang tahu hanya aku. Kamu. Kita. dan Tuhan.
Warna tidak dapat dijelaskan satu persatu apa maknanya.
Aku. Kamu. Kita. Bahkan Tuhan pun. Memaknai warna secara sendiri-sendiri.

Kini,
Ia berubah menjadi sosok pria yang dirindukan.
Ia berubah menjadi sosok pria yang terus dinantikan.
Tapi,
Ia takkan berubah menjadi biru, kuning, hijau, ataupun nila.
Ia tetap merah.
Merah, seperti Manchester United.

Level dalam permainan ini akan terus bertambah.
Semakin sulit, semakin susah, semakin bisu.
Kadang,
Tak kuasa indera penglihatanku muntah karena pilu.
Seluruh tubuh terus menghempaskan segala sesuatu dari kalbu.
Tapi itu dulu, lain waktu, bukan diriku.

Aku yang kamu tahu. Kamu yang aku tahu.
Wanita Ipanema yang kau tahu. Pada waktu itu di gerai minuman asam.
Terus memberikan semangat '45, sama seperti pejuang demi kemerdekaan kelak.
Teruskan. Lanjutkan. Ikrarkan.
Sampai keringat terakhir membanjiri pori-pori.
Kamu bisa.

Untuk gigantisme pembawa tawa,
Panji Rahadi.

Saturday, April 9, 2011

Best

It's been a long time I know you, I realized that you are my best
You give me your soul and it's so beautiful
You give me your world and it's so wonderful

There are many mistakes that I've done
But you always said, "Hey it's okay!"
'Cause you are my best, that I never want to leave

The sun still shine, it shines our way and bless our life
And even you're so far away, my pray will always keep you everyday

When I'm down, you raise me up
Giving me the light and it's so bright
Everything you do, I know it's just for me
In your eyes I can see a smile that you never give it to someone else

Someone like you always give warmness to my soul
There's nothing 'bout you I would change
I just want you to be like yourself, like my best.

Friday, April 8, 2011

Tiga

Kali ini ribut. Benar-benar ribut. Tak tau harus memulai dengan kata apa, begitu juga tak mengerti mengakhir dengan kata apa. Kalimat pun tak sanggup diucapkan oleh organ lunak yang terdapat di wajah ini.

Tiga sudah. Tiga. Ya tiga.

Semoga yang terakhir dan tidak akan menjadi yang keempat.

Tuesday, February 22, 2011

Sama

"I'm fucked up! Very very fucked up. Senasib kita! Toss! *emoticon beer*"

Saya mendapati pesan itu pada waktu dini hari dan baru membacanya sekitar lima jam setelahnya. Perasaan yang sama telah dirasakan oleh salah satu sahabat saya yang telah berupaya untuk "melayani' sang putri. Buang waktu, percuma, dan sia-sia. Apa yang telah ia lakukan tidak berujung pada logika yang sejalan. Saya paham benar bagaimana seorang dia memperlakukan hawa melalui caranya. Tidak klise, bahkan terlalu indah.

Berbagai deretan lagu saya berikan kepadanya untuk penambah rasa semangat demi melewati hari ini. Banyak cerita tentang dirinya dan seseorang-yang-hampir-menjadi-venusnya yang saya abadikan dalam otak yang bernama memori. Kini cerita tersebut tak tahu lagi arahnya kemana, detil cerita pun tak sanggup ia katakan.

"Sudah biasa", katanya singkat. Hal ini lah yang membuat ia kuat dalam menjalani lika-liku kehidupannya. Ia mementingkan darah dagingnya terlebih dahulu, ini yang sangat membuatnya menutup sebelah mata melihat keadaan sekitar.

Yang terbaik untuk lo aja.

You know who you are.

Monday, February 21, 2011

Gelas

Sekitar kurang lebih 24 jam yang lalu, saya berada di dalam sebuah jurang kehidupan yang cukup bahaya untuk dihadang. Tapi mau tidak mau, harus dihadang. Karena itu memberikan sebuah pelajaran kehidupan untuk masa depan. Lagi-lagi bicara soal kepercayaan, dimana kepercayaan dipertanyakan di dalam sebuah wadah, yang hanya berbatas pada suatu ruang. Sayangnya wadah tersebut adalah sebuah gelas yang sangat cantik, yang telah dipecahkan hampir satu tahun yang lalu. Pontang-panting untuk mencari lem, selotip, dan perekat lainnya untuk membuat gelas tersebut utuh dan bisa dipakai demi satu tujuan, minum.

Setelah dipecahkan, gelas tersebut tetap akan memiliki satu bekas yang tidak akan pernah bisa hilang. Susah untuk menghilangkan, bukan susah, malah tidak bisa. Sekarang, gelas tersebut semakin hancur berkeping-keping. Saya tidak tahu lagi harus mencari lem, selotip, serta perekat lainnya kemana. Rasanya badan ini lunglai setelah mengetahui gelas yang sama, jatuh untuk kedua kalinya. Kelopak mata sudah tak sanggup ikut berbicara, meski bibir tak berhenti bergetar hebat untuk kedua kalinya. Ya kedua kalinya. Apa yang ada di benaknya ketika memecahkan gelas ini? Sekali lagi, untuk kedua kalinya.

Gelas yang saya berikan tidak gratis. Tidak gratis yang saya maksud adalah saya memberikan gelas tersebut memang secara cuma-cuma, tapi dengan penuh harapan dan sebongkah senyuman.

Berbagai alasan dilontarkan tidak karuan, tidak sesuai dengan rel yang sudah dibuat. Barikade pun tidak cukup kuat untuk melindungi hantaran-hantaran yang datang bertubi-tubi. Peluang emas memang ada, tapi banyak cara untuk bisa mencapai Cina bukan? Tidak harus melihat apa yang tidak kelihatan, tapi menjaga apa yang sudah terlihat.

Perasaan ini tidak tahu arahnya kemana. Seorang kerabat berkata, "Buat apa tetap diperhatikan tentang keberadaan gelas itu kalau gelasnya semakin pecah?" Saya hanya bisa diam, tidak membalas satu kalimat pun. Oh, bahkan satu kata pun tidak sanggup saya ketik. Tiga jam berada di alam bawah sadar membuat mata yang harusnya bisa ikut berbicara, menjadi tak kuasa untuk tetap melakukan posisi horizontal. Sekitar lima jam kemudian batin pun tergerak. Hanya satu kalimat sambil menghela nafas, "Komitmen dan cinta. Hanya dua itu yang membuat kuat". Tak sanggup menahan, pipi ini menjadi sungai kebahagiaan sekaligus kesedihan.. Ironi.

Saat ini, saya tidak bisa berbuat banyak. Tidak bisa berperilaku layaknya biasa-biasa saja. Saya adalah saya. Transparan. Saya tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah mau menjadi abu-abu, coklat, merah, bahkan hijau yang merupakan warna yang saya agungkan.

Saya hanya berharap, gelas tersebut masih baik-baik saja. Tanpa sepengetahuan orang yang telah memberikannya dengan penuh perjuangan.

Thursday, October 7, 2010

For you, Mam!

HAPPY BIRTHDAY MAM!
Words can't express how much you mean to me, I love you, I do.
Have a very good birthday & keep healthy, my lovely lady!
Love & Kiss!

Sebuah Kondisi

Terakhir liat blog, hari ini. Terakhir nge-post, bulan Januari. Terbengkalai. Maaf ya readers, a lot of things to do sih..
I'm in SCTV now, as a person who monitors the media in Corporate Affairs Department. Koran bukan hal yang asing bagi gw. Tangan item-item, basah, dan lepek ya itu tangan yang akan gw alami selama tiga bulan, dari mulai September - November. Seru sih. Jadi lebih tahu tentang dunia lebih dulu dibandingkan dengan teman-teman gw yang lain. Secara pagi-pagi, di cubicle gw udah ada setumpuk koran. kurang lebih 15 koran lah ya. Tapi gw tetep enjoy ko, secara gw suka sama apa yang gw kerjain. Basically ya susah kalo emang sesuatu yang kita kerjain, sama sekali nggak kita suka. Tapi, I'm trying so hard to love this kind of situation.
Mengenai gw?
Lagi pusing sama skripsi dan magang yang bersamaan dikerjain. Soalnya hal itu tuh amat sangat menyita waktu buat hal-hal yang ingin dilakukan. Ditambah lagi gw S2, kelar deh kan semua urusan deh tuh. Tapi ya, kalo kata Eja "Udah tau jatoh ke jurang, pake sok-sok mau jatoh lagi ke palung!". Ya mau nggak mau, itu pilihan yang gw ambil. Insya Allah 2011 S.Si dan 2012 M.Si. Bismillah dengan nama Allah SWT. Amin.

Wednesday, January 27, 2010

23:36

Insomnia.

Setiap hari tidur jam 1 kalo nggak 2 pagi. Padahal besokannya ujian dan pasti butuh istirahat yang cukup. Tapi nggak berlaku bagi gw yang sama sekali nggak ngantuk pada jam-jam sekarang ini. Some people says,
Kepikiran sesuatu deh ya lo pasti? Nggak mungkin kalo lo insom, tapi nggak mikir sesuatu. Sini cerita..


Cerita? Nggak semudah itu gw bisa cerita ke sembarang orang. Gw memilah-milih siapa yang harus gw ceritakan & siapa yang tidak layak buat diajak berbagi. Selama ini gw berbagi ke sahabat-sahabat gw tentang apa yang gw alamin. Ya. Sensitif. Malesin emang, terserah deh orang mau ngomong gw apa. Silahkan bersepsi sendiri terhadap ke-sensitif-an gw ini. Aneh ya? Emang. Terus? Mau ngomong apa kalo gw yang keras kepala ini udah ngomong A & nggak akan pernah berubah jadi B, kecuali kalo ada orang yang bisa ngasih penjelasannya secara logis. Gw suka analisa sesuatu secara mendalam, jadi kalo orang-orang main ngasih argumennya aja, siap-siap aja gw tangkis duluan kalo nggak pake alesan (cailah gaya lo sejuta dhe).

Pengen tidur,
tapi nggak bisa..

Wednesday, January 20, 2010

Sampai Kapan?

Bicara tentang Dimas Ramanda Putra, dia adalah teman gw sejak smp dan sekarang menjadi sahabat gw. 'Suami' adalah panggilan gw buat dia karena iseng aja tuh. Haha. Dia manggil gw dengan sebutan 'istri', yaiyalah ya ada suami ada istri. Satu yang gw suka dari dia adalah tekadnya yang bulat dalam mengerjakan sesuatu. Seperti membuat lagu.

Banyak lagu-lagu yang sudah dia ciptakan, lalu dinyanyikan oleh beberapa band, terus lagu itu menjadi lagu andalan band tersebut. Hebat. Banget. Nada-nada yang dia bikin tuh ear catching sehingga publik yang denger juga bisa menghafal lagu itu dengan mudah. Ada satu lagu dia yang gw suka banget. Cerita dibalik lagu ini adalah bagaimana dia melampiaskan perasaannya lewat sebuah tulisan dan nada mengenai orang yang dikerjarnya, ya Mutia Asharya. Gw tau persis gimana dia ngejar Muts. 3 tahun Mi, 3 tahun! Ngejar cewek 3 tahun tanpa nyerah! Astagaaaaa. Salut!

Sampai Kapan?

"Ya sampai kapan gw merasakan perasaan kayak gini?"

Itu sudah terjawab sudah Mi. Now you got your bini, right? I'm happy to both of you! 'Sampai Kapan?' adalah lagu yang menurut gw, lengkap. Well, can't wait to cover this song with you, Mi!

Lelah kusendiri.. berteman dengan sepi
Lelah kusendiri.. tanpa seorang yang berarti

Dan sampai kapan diriku mampu bertahan?

Akankah ku temukan pribadi yang dapat beriku kehangatan?

Ku lelah.. berjalan sendirian tanpa bisa bergandengan tangan

Ku bosan.. di dalam kesepian, sampai kapankah ku kan merasakan?

Oh cantik, ku kira kau tlah hadir disini

Dan ternyata.. kau hanya beriku sakit hati!

Dan sampai kapan Tuhan beri kepastian?

Pasti kan kutemukan dirimu yang dapat buatku bahagia..

(Sampai Kapan? - Dimas "Suami" Ramanda Putra)

Thursday, January 14, 2010

That 'Sensitive' word

Manusia. Hidup ada seneng ada susah. Kalo dikasih duit satu juta secara cuma-cuma mungkin manusia itu akan senyum, bahkan tertawa terpingkal-pingkal karena kegirangan mendapatkan rezeki yang berlimpah. Tapi ada juga yang untuk mendapatkan satu juta itu, perlu dengan pengorbanan yang sangat luar biasa dahsyatnya untuk mendapatkan segenggam lembaran yang bernilai tinggi. Uang bisa membeli segalanya, tapi apakah dengan uang itu kita bisa membeli perasaan seseorang dan memberikan kasih sayang sepenuhnya? Coret muka gw kalo sampe bisa. Karena gw tau, semua yang gw alamin dari gw kecil sampe sekarang itu merupakan perjuangan yang nggak peenah berhenti. Dari mulai nilai yang bagus sampe attitude yang baik, semuanya gw dapetin pake perjuangan dan nggak pake uang. Seriously.

Terkadang manusia tidak sadar, bahwa bahasa yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain adalah salah. Bukan salah mungkin, tapi kurang tepat. Banyak yang dilakukan beberapa insan untuk belajar ini itu guna memperdalam ilmu-ilmu mereka mengenai suatu hubungan dengan orang lain. Klise memang, tapi itu salah satu cara guna membina hubungan yang baik dengan sesama kita.

Mendapatkan kebahagiaan haruslah dilakukan dengan perjuangan yang keras. Kerikil di kehidupan kian berdatangan dan memenuhi medan perjuangan yang kita jalani. Disaat itu pula, emosi kita dilatih agar dapat sabar dan pada akhirnya bisa mencapai goal yang kita inginkan dengan mudah. Salah satu habit manusia adalah sensitif.

Ya sensitif.

Lantas?

Gw mempunyai ke-sensitif-an yang cukup tinggi. Gw peka terhadap orang lain sehingga gw tau apa yang telah, sedang, dan akan dirasakan oleh orang-orang terdekat gw. Gw mencoba untuk memberikan atensi kepada mereka dengan cara memberikan perhatian semaksimal mungkin untuk membuat mereka merasa nyaman di kehidupan mereka. Melindungi seseorang adalah hal yang menarik bagi seorang Taurus. Dengan kerbau yang menjadi ikon dari zodiak ini, wanita Taurus mempunyai keberanian yang cukup tangguh dan dapat menggunakan tanduknya jika ada sesuatu yang berusaha mendekatinya. Bukan untuk menusuk, melainkan untuk berjaga-jaga. Itu kalau dari sisi positifnya.

Lalu negatifnya?

Capek.

Pikiran selalu berkolaborasi akan sesuatu yang tidak benar. Siapa berkutat dengan siapa, pergi kemana, apa yang dikerjakan, aahh negative thinking lah pokoknya. Itu yang membuat gw berat menjalani hidup dan takut untuk melihat karakter diri sendiri. Bodoh. Memang. Tapi apakah itu wajar untuk seorang wanita yang akan menginjakkan kakinya di umur 21 di bulan April nanti? Apakah itu pantas dilakukan oleh seorang calon PR Officer yang hendak meneruskan pembelajarannya hingga gelar master? Tidak sama sekali. Itu rem hidup gw. Badan capek, kepala pusing, bibir komat-kamit, membuat semua rutinitas gw hancur berantakan hanya dikarenakan satu hal, sensitif. Sampai saat ini gw berusaha untuk jujur sama lingkungan sekitar dan mencoba menerangkan kepada mereka bahwa ini adalah sifat minus yang dilakukan oleh seorang manusia. Gw.

Wish me luck!

Friday, December 11, 2009

Singing Techniques

Setelah gw buka postingan sebelumnya, itu adalah bulan Juli 2009, which is hampir 6 bulan gw tidak mempedulikan blog gw. Padahal banyak banget yang bisa diceitain, di share, dan di maki-maki. Bukannya apa, ya namanya juga hidup lah ya, pastinya penuh perjuangan dan segala macam tantangan.

Mau sharing apa ya? Ok, karena gw suka nyanyi, jadi gw sedikit cerita ya gimana perjalanan menyanyi gw dan bagaimana teknik bernyanyi yang benar. Well, gw lagi banyak mendapatkan job nyanyi. Dari mulai kawinan, mal, sampe ke tempat-tempat ga penting (yang orang jarang ngeliat). Tapi jujur, gw seneng banget. Bukannya lebay, tapi ini seneng. Serius. Kenapa? Karena nyanyi itu menurut gw sesuatu yang satu-satunya hal yang bisa gw lakukan sendiri disaat gw dalam keadaan apapun. Mau sedih, bt, kesel, marah, seneng, bahagia, sampe sakit jiwapun, kalo udah nyanyi rasanya bisa ngungkapin apa yang ada di dalem pikiran lo aja. Kadang gw suka bikin nada-nada sendiri yang nggak tau kuncinya apa, terus patternnya gimana, dan nggak tau liriknya kayak apa. Tapi gw puas dengan apa yang gw lakuin itu, at least gw bisa ngasih tau sama udara yang ada di sekeliling gw, kalo gw itu ada dan gw bernada.

Menyanyi. Mungkin sebagian orang nganggepnya,

"Ah, nyanyi doang lo Dhe? Itu mah tinggal mainin nada aja kali"

Ok, nyanyi doang dan mainin nada aja. Tapi dibalik itu semua lo harus punya beberapa teknik biar suara lo ga rusak nantinya. Ini kejadian beneran. Vokalis band Kotak karena terlalu di forsir nyanyinya, makanya dia operasi pita suara. See? Padahal suara dia kalo teriak bagusnya kayak apa, tapi ya gitu kalo nggak pake teknik, suara lo bisa ancur dan akhirnya mengalami penurunan yang cukup serius.

Dan karena gw peduli akan hal itu, gw sedikit memberikan tips gmn teknik menyanyi yang benar :
1. Buat badan lo rileks. Yaiyalah, lo mau cerita lewat nada ke orang lain, kalo lo tegang "bisa banget" lo ngasih sesuatu buat audience. pastinya harus rileks dulu dong ya.
2. Pemanasan suara dan nafas. Jujur ini penting banget, kenapa? Karena tanpa pemanasan, nyanyi lo mungkin bagus, tapi nggak semaksimal yang lo harapkan. Mending coba deh buat panasin pita suara dulu sebelum nyanyi.
3. Latih diafragma. Diantara dada dan perut ada diafragma. Coba dilatih biar terus mengeras deh tuh. Kalo diafragmanya bisa keras, power pasti oke!
4. Jangan takut. Mau ambil nada paling tinggi? Yaudah latih aja. Paling rendah? Yaudah coba aja. Nggak usah ragu-ragu, tembak aja nadanya.
5. Jangan diforsir. Udah tau range vocal-nya segitu, yaudah main aja di nada itu. Nggak usah paksain ngikutin orang buat jadi orang tersebut. Kita ya kita, mereka ya mereka. Setiap manusia punya keunikan tersendiri kok, cari keunikan dari kita aja.
6. Lihat liriknya dan ceritakan dengan bahasa verbal maupun non-verbal. Banyak penyanyi yang nggak perhatian sama point yang ini. Karena mereka udah pede dengan penampilan oke, terus suara yang bagus. Tapi, namanya juga nyanyi, ada lirik ada nada. Audience mau tau lagu apa sih yang dibawain. Nah, coba perdalam liriknya dan berusaha menampilkan yang terbaik buat audience.

Sebenernya masih ada banyak teknik menyanyi, tapi akan gw post lagi di postingan selanjutnya mungkin. Jadi mulai sekarang, yang mau nyanyi, ayo ayo pake tekniknya ya!

Tuesday, July 14, 2009

Tugas dan Pertok

Tugas semakin banyak and my brain can't handle it. Ada 2 makalah lagi yang harus gw selesein sebelom tanggal 21 ini. Ada jeda 1 minggu dan tiap hari mesti ngerjain makalah ini karena waktunya yang amat sangat mepet. Don't you realize sirs, your final exams are so difficult to understand! Huh, bobot nilai ga sesuai sama effort kita kan jadi males ngerjainnya, udah gitu pake disuruh bikin skripsi mini pula ya kan semakin males lah ini kejadiannya. But, I've to finish this take home tests before 21. Wish me luck aja deh ya.

Siang ini dijemput sama Joi ke kampus. Asoi dah! Terus ke FX karena mau survey buat surprise partynya Om Buds hari kamis nanti. Yah kurang lebih udah liat tempat-tempatnya jadi tau deh gimana keadaannya disana. Belum tau mau dmn, jadinya ya kita lihat saja kamis nanti, hihihi.

Ga, pengen pertok nih aku, laper ya kan!
Yuk abis ini aja ya mbem, nasgorgil deh tuh


Sampe di pertok langsung pesen deh tuh. Laper ya kan, gw nasgil, joi nasgorgil. Terus udah gitu pesen sate ayam juga si joi. Gila kita ngidam ato apaan gw juga ga ngerti deh. Pengen ini itu tuh ada ya kan semua disitu, hihihi ayo ga kapan-kapan pertok lagi lah kitaaaaaa!

Sunday, July 12, 2009

Singapore

Back. Hmm tanggal 1-4 Juli kemaren gw menyempatkan untuk liburan bersama keluarga ke Singapore. Tujuan gw kesana adalah shopping! Singapore Great Sale cuman ada setaun sekali, jadi ya borong deh tuh disana. Itu tuh bener-bener sale lho, dari mulai Takashimaya dan Paragon yang barang-barangnya mahalinong, sampe bugis street yang bisa nawar sekalipun itu di sale gila-gilaan. Tapi ya, ga cuman shopping aja tujuan gw, mau ke Sentosa Island! Secara gw belom pernah kan yah, jadi ya kesana deh. Hmm quite nice, buat anak-anak banget ya kalo permainannya gitu. Gw ga ke pantainya, sebel deh ah huhuhuhu tapi disana seru kok, nyasar mau kesini eh taunya nemuin tempat baru, megang peta mulu kerjaannya.

So far disana gw seneng-seneng aja, tapi ga tahannya itu adalah makanannya. And yes, mereka kan disana punya stadarisasi bumbu buat restoran-restoran gitu. Jadi nggak ada tuh makanan yang berbumbu kayak di indo, kalo pun ada ya nggak sebumbu itu juga lah yah. Tapi nggak ada yang bisa ngalahin es serut di Chinatown! Beeuuh, nampol enaknya! Gw pesen yang green tea dan Candy pesen yang mango. Dua es cuman S$11, ya itung-itung di rupiahin 77ribu lah ya. Tapi kita makan ber5 aja udah naujubilah muntahnya huhuhu bener-bener deh ya tuh es.

Jadi pengen jalan-jalan lagi deh, tapi gimana ya uasnya ini ya oloohhh. Knp sih mesti ada jeda beberapa saat gini, mendingan langsung jebret aja gitu satu minggu huhuhu ini pake ada jeda2an sgala. Ahhhhh.. wish me luck for my final exams guys!

Friday, June 26, 2009

Transformers and the lenses

Kamis kemarin, gw Joi Kim Gads Jembe Gianni Remy Icha nonton Tranformers di PIM 2. Tiketnya siang-siang udah dibeliin sama orang rumahnya Gianni karena kalo kita belinya udah malem ya wassalam aja. Dapet jam 20.30, dari rumah maghrib sama si Joi, udah gitu jemputs Gads Kim di rumah Gads, langsung capcus ke pim. Di food court pim 2 ketemu Gianni sama Jembe, makan ngobrol haha hihi dll, daannn gw baru inget kalo gw bawa 50mm lens! Langsung dipasang di kameranya Joi deh. Kado lensa ini baru pertama kali gw pake buat foto-foto di keluar rumah ya sekarang ini, wuhuuuw! Lalu dicoba dan dicoba dan ternyataa.. tahapan blurnya yampun, huhuhu it was so great!


Gadisa (By Syah - 50mm lens)


Chitchat at food court pim 2 (By Kim - 18-55mm lens)



Them (By Joi - 50mm lens)





Capturing them and mine (By Syah - 50mm lens)



11 pm (By Joi - self timer 18-55mm lens)


We've watched it (By Joi - 18-55mm lens)


Wednesday, June 24, 2009

Back

Back to the blog.

Gila ya kan semester 4 ini. Makalah sampe 6 aja gitu sebelom final test. Emang nih ya hadooohhh. Tapi ya itu resiko sebagai mahasiswa kali ya, kudu ribet sama tugas-tugas yang menohok itu. Dosen sih ga jahat, justru baik malahan ya kan. Pak Silih apalagi baiiikk banget (bneran lho pak sumpah baik), tapi ya gitu tugasnya juga baik banget ya kan. Terus ya Ibu Artini, masya Allah buuu.. udah bikin campaign, knp uasnya mesti take home test? Hoalaaahh.. ada 4 uas yang take home test ya kan!! dan itu makalah semuaaaaaaaa.. SINTING! yaaa wish me luck aja deh ya..

I have not tell you about this thing.

Panji Rahadi. 8 May 2009.
Heavenly Blush PIM 2.

Yes, I've found you

Yes, you've found me

Yes, we've found each other


I love you, my Mayer ;)

Sunday, April 5, 2009

Appreciate to him

Hari Jumat tanggal 3 April kmarin gw berniat untuk mengunjungi gedung dimana gw akan mendendangkan beberapa lagu pada hari Selasa nanti. Akan tetapi, semua itu tidak terjalani karena suatu hal. Jadi ya gw minta penjelasan aja mengenai teknis nya kepada orang yang mengurusi itu semua disana. Akhirnya, hari itu gw putuskan untuk pulang ke rumah. Tetapi, sesampainya di Bintaro, gw agak-agak.. bkn agak-agak deh, tapi lebih tepatnya lagi tercengang saat ada yang berkeliling meminta makan. Gw hanya berfikiran, kok masih ada ya hari gini yang minta makan gratis? Makan kan harus bayar? Dan ternyata.. mereka adalah sekeluarga yang cukup miskin, tinggal di gerobak setiap waktunya, dan mengemis setiap detik untuk mendapatkan sesuap nasi buat anak-anaknya. Pada saat itu gw lagi mau makan di Sambal Desa, restoran di daerah Bintaro sektor 1. Secara tidak sengaja gw mendengar percakapan mereka dengan seorang bapak-bapak yang hendak solat jumat, berpakaian rapi, putih bersih, dan agak tinggi dari si bapak pengemis. Ia memberikan sekotak amplop, dengan keadaan amplop yang lumayan tebal. Gw pikir wah bapak ini mo ngapain nih, tapi tanpa basa basi dia pun langsung meninggalkan bapak tua yang miskin itu dan menghilang entah kemana (mungkin ke mesjid kali yah). Pada saat waktu yang bersamaan, si bapak miskin segera melihat apa yang ada di dalam amplop tersebut.. Ternyata amlop itu berisi uang Rp 50.000,- yang berjumlah banyak dan tersentak ia menangis memeluk istri dan anak-anaknya. Sampe sekarang gw tidak mengetahui siapa bapak yang baik itu, kenapa ia berikan uang sebanyak itu kepada bapak miskin, atas dasar apa ia memberikan uang itu, dan mengapa ia memberikan uang sebanyak itu pada waktu sebelum solat jumat? Hmm pertanyaan yang ga akan pernah kejawab di pikiran gw..

Tetapi, dari sini gw amat sangat bisa mengambil hikmahnya. Klo mau nolong orang ga usah lewat panti asuhan, lewat suatu agen buat nitipin ini itu buat anak-anaknya. Tapi yang bapak itu lakukan untuk menolong orang adalah terjun langsung, cari orang langsung yang benar-benar membutuhkan. Wauuu.. I appreciate him so much!

Tuesday, March 31, 2009

Heavenly Blush vs Sour Sally

Naahh.. ini dia makanan anak muda sekarang ye.. ceileh dah! Hmm yaps it's Heavenly Blush! Yogurt Bar ini terletak di Pondok Indah Mall 2 tepatnya di lantai 3 di restaurant row. Yogurt bar ini mulai ramai sekitar beberapa bulan yang lalu. Ramainya ga cuma sama anak muda aja, tapi sama orang tua, anak kecil, nenek2 smpe ibu2 juga ada tuh kayaknya. Kalo kata anak gaul PIM, "Lo belom gaul kalo lo belum pernah nyobain Heavenly Blush!" (weitss.. gw emang sering ke PIM, cuman ya gw ga segitunya jg sih) hahaha Heavenly Blush ada 4 macam Yogurt, ada yang Original, Pomegrande, Green Tea, dan Peach. Hmm.. favorite gw yang pomegrande! Pome itu artinya buah delima. Jadi ya kaya akan antioksidan kan yah? Kan kalo kata Titi Kamal buah pome paling banyak mengandung antioksidannya.. heheehe kalo ditanya harga, yahh lumayan lah, ta[i worth it menurut gw. Karena yogurt ini buatnya ga gampang dan rasanya enak bgt. Kurang lebih harganya Rp 25.000 buat yang single. Kalo mau yg double pastinya lebih mahal duoonngg hehe dicoba ya temans!

SOur Sally! Yaps ini berasal dari U.S lho! Tapi katanya sih ini asli buatan indo, tapi apa mungkin yah? Sour sally ini memang udah agak lama sebelum Heavenly Blush. Yogurt ini terletak di Mal Taman Anggrek, FX, dan tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Kalau dari segi kuantitas memang lebih menang dari Heavenly Blush, akan tetapi menurut gw, Sour Sally lebih asem lho yogurtnya. Entah apa yang membuatnya asam, mugkin asem jawa kali ya? Haaaa yogurt ini juga punya rasa yang berbeda2, ada pome dan original. Harga yang ditawarkan tidaklah berbeda, yaitu kurang lebih Rp 22.500 dan anda bisa menikmati satu cup single Sour Sally.

Tapi tapi tapi,
kalo ditanya lebih suka mana antara kedua yogurt ini
jujuuuurrrrrr.....
gw bingung! HAHAHAHAA
Heavenly Blush yogurtnya enak
Sour Sally toppingnya pol!
nah lho kan??
Hmmm jadi tergantung mood aja deh mau yang mana hehehe :)